IPK Lebih Rendah Dari SBMPTN, Kuota Jalur SNMPTN dipangkas

Bagi siswa SMA/SMK  yang ingin masuk universitas negeri lewat jalur prestasi akademik SNMPTN harus bersaing lebih sengit lagi karena kuota untuk tahun 2017 berkurang dari tahun sebelumnya menjadi 30 % , tahun 2016 40 %.

Pengurangan tersebut berdasarakan kajian Dinas terkait berdasarkan perbandingan hasil belajar IPK mahasiswa yang masuk lewat jalur undangan SNMPTN dengan jalur ujian tulis SBMPTN.

 

Guruprivat.Info mengutip dari berita koran kompas 16 Januari 2017.

snmptn 2017

NILAI RAPOR DIRAGUKAN

Jakarta, Kompas – Penguarangan batas kuota mahasiswa baru jalur prestasi dinilai sebagai keputusan  yang baik. Langkah ini hendaknya menjadi refleksi bagi pemerintah dan para pendidik untuk segera mengatasi berbagai persoalan dalam pendidikan dasar serta menengah

Batas kuota penerimaan mahasiswa baru lewat jakur prestasi atau seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri ( SNMPTN) pada tahun 2017 ditetapkan 30 persen.

Angka itu turun dibandingkan tahun 2016 yang batas minimalnya 40 persen, pada tahun sebelumnya lagi angka itu bahkan masih 50 persen ( kompas 14/1)

Adapun SNMPTN merupakan jalur penerimaan mahasiswa yang melihat prestasi akademik dan non akademik siswa selama bersekolah di SMA/SMK.

Pengurangan dilakukan berdasarkan kajian. Menurut kajian itu, jika batas minimal ditetapkan di atas 30 persen , mahasiswa dari jakur SNMPTN yang memiliki indek prestasi kumulatif ( IPK ) 2,5-4,0 lebih rendah 30-35 persen dari mahasiswa yang diterima lewat jalur tes  atau seleksi bersama masuk PTN (SBMPTN).

Selain itu nilai rapor siswa SMA/SMK yang secara nasional makin tinggi tak tercermin pada hasil ujian nasional (UN) yang nilainya rendah.

Pakar evaluasi dari universitas muhammadiyah Prof.Dr Hamka, Elin Driana, akhir pekan lalu di Jakarta, mengatakan nilai rapor berpotensi memberikan gambaran yang kaya mengenai kemampuan siswa. Penilaian lewat rapor dilakukan dalam waktu pangjang yakni selama siswa di sekolah. selain itu penilaian dilakukan oleh banyak guru.

Menutur Elin masalah muncul karena mitu sekolah sangat beragam. Adapun ketentuan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang mengaburkan kondisi sesungguhnya karena secara tak langsung guru dipaksa memberikan nilai di atas KKM atau setidaknya memenuhi KKM.

Karena itu, tes tertulis masuk PTN dianggap paling objekstif, meskipun sebenarnya informasinya tidak sekaya nilai rapor”. ujar Elin.

Pengamat pendidikan Doni Koesoema menilai, kuota jalur undangan memang harus dikurangi karena nilai rapor siswa dikatrol.  ” menguranginya menjadi minimal 30% karena jalur prestasi tidak membawa banyak perubahan. Jalur undangan seharusnya dihapus atau disisakan hanya 5 persen. Selebihnya dipakai jalur tertulis, bukan dialihkan ke jalur mandiri. Hal iniakan mengubah kualitas mahasiswa PTN,” Ujarnya.

Menurut dia, praktik pendidikan yang mengutamakan angka atau hasil yang terkuantifikasi, termasuk lewat KKM memicu ketidakjujuran guru untuk menyelamatkan siswa.

Penyelenggaraan SNMPTN dimulai dengan pengisian dan verifikasi pangkalan data sekolah dan siswa pada 14 januari-12 februari. Kelu;usan diumumkan pada 26 April 2017.

Ketua panitia SNMPTN/SBMPTN 2017 Ravik Karsidi meminta pendidik benar-benar merekomendasikan siswa yang berkualitas, bisa sukses di PTN dengan memberikan nilai-nilai yabg objektif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *